Paris

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Koordinat: 48°52′0″LU,2°19′59″BT

Ville de Paris
Bendera Paris
Lambang Paris
Bendera kota Lambang kota

Motto: Fluctuat nec mergitur
(Latin: "Diterjang gelombang, ia tak tenggelam")
Nickname: La Ville lumière ("Kota Cahaya"[1])

Menara Eiffel (depan) dan pencakar langit di distrik bisnis La Défense (belakang) menguasai langit-langit Paris.
Letak
Image:Paris_plan_pointer_b_jms.gif
Peta yang menampilkan commune Paris
Zona Waktu CET (UTC +1)
Koordinat 48°52′0″LU,2°19′59″BT
Administrasi
Negara Perancis
Region Île-de-France
Departemen Paris (75)
Sub-pembagian 20 arondisemen
Walikota Bertrand Delanoë (PS)
(2008-2014)
City Statistik
Luas¹ 86.9[2] km²
Populasi²
(perkiraan Jan. 2006)
2,167,994
 - Peringkat Ke-1 di Perancis
 - Kepadatan 24,948/km² (2006[2])
Persebaran Urban
Daerah Urban 2 723 km² (1999)
 - Populasi 9,644,507 (1999)
Daerah Metro 14,518.3 km² (1999)
 - Populasi 12,067,000 (2007)
1 Data Pendaftaran Tanah Perancis, tak termasuk danau, kolam, gletser > 1 km² (0.386 mi² atau 247 ekar) dan muara sungai.
2 Population sans doubles comptes: penghitungan tunggal penduduk di komune lain (e.g. mahasiswa dan personil militer).
Perancis

Paris (pengucapan /ˈpærɨs/ dalam bahasa Inggris;[3] [paʁi] dalam bahasa Perancis) adalah ibukota Perancis. Terletak di sungai Seine, di utara Perancis, di jantung region Île-de-France (juga dikenal sebagai "Region Paris"; bahasa Perancis: Région parisienne). Kota Paris pada batas administratifnya (tak berubah sejak 1860) memiliki penduduk 2.167.994 jiwa (Januari 2006)[4]. Unité urbaine Paris (atau wilayah urban) memanjang ke luar batas kota administratif dan memiliki perkiraan penduduk 9.93 juta (tahun 2005).[5] Aire urbaine Paris (atau wilayah metropolitan) memiliki penduduk hampir 12 juta jiwa[6], dan merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di Eropa.[7]

Pemukiman penting bagi lebih dari dua milenium, Paris hari ini menjadi salah satu pusat bisnis dan budaya terdepan di dunia, dan campuran politik, pendidikan, hiburan, media, fashion, sains dan seni semuanya membantu statusnya sebagai salah satu kota global terbesar di dunia.[8] Region Paris (Île-de-France) adalah ekonomi kota terbesar di Eropa, dan kelima terbesar dalam daftar kota menurut PDB dunia. Dengan €500.8 milyar (US$628.9 milyar), kota ini menghasilkan seperempat produk domestik bruto (PDB) Perancis tahun 2006.[9] Region Paris memiliki 36 dari perusahaan Fortune Global 500[10] di beberapa distrik bisnis, terutama La Défense, distrik bisnis terbesar di Eropa.[11] Paris juga memiliki banyak organisasi internasional seperti UNESCO, OECD, ICC dan Paris Club.

Paris adalah kota tujuan turis paling populer di dunia, dengan 30 juta pengunjung asing per tahun.[12] Terdapat sejumlah marka tanah terkenal diantara berbagai atraksinya, bersama dengan institusi terkenal dan taman terpopuler di dunia.

[sunting] Etimologi

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nama Paris dan penduduknya

Nama Paris diucapkan pengucapan [ˈpaɹɪs] dalam bahasa Inggris dan [paʁi] dalam bahasa Perancis, berasal dari pendudukan era Romawi, suku Galia dikenal sebagai Parisii. Kota ini dinamai Lutetia (/lutetja/) (lebih panjang, Lutetita Parisiorum, "Lutetia dari Parisii"), selama pendudukan Romawi abad pertama ke abad keenam, tapi, selama pemerintahan Julian sang Pembelot (361-363), kota ini berganti nama menjadi Paris.[13]

Paris memiliki berbagai julukan, tapi yang terkenal adalah "Kota Cahaya" (La Ville-lumière), nama yang mengartikan kota ini sebagai pusat pendidikan dan ide dan adopsi awal penerangan jalan. Paris sejak awal abad ke-20 telah dikenal dalam slang Paris sebagai Paname ([panam]; Bunyi Moi j'suis d'Paname contoh "Saya dari Paname"),

Penduduk Paris dikenal dalam bahasa Inggris sebagai "Parisians" ([pʰəˈɹɪzɪənz] atau [pʰəˈɹiːʒn̩z]) dan dalam bahasa Perancis sebagai Parisiens ([paʁizjɛ̃] ). Parisian sering menyebut Parigots ([paʁigo] ) untuk merujuk pada penduduk di luar daerah Paris, tapi sebutan ini sering dianggap disayangkan oleh Parisian itu sendiri.

Lihat Wiktionary untuk nama Paris dalam bahasa selain Inggris dan Perancis.

[sunting] Sejarah

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Paris

[sunting] Awal

Kamar mandi Romawi di bawah Paris
Kamar mandi Romawi di bawah Paris

Tanda-tanda arkeologi awal pemukiman permanen di Paris berawal di tahun 4200 SM.[14] Parisii, sub-suku Senones Celt, yang dikenal sebagai kaum pedagang[rujukan?], menghuni daerah dekat sungai Seine sejak 250 SM[rujukan?]. Romawi menguasai rawa Paris tahun 52 SM,[14] dengan pemukiman permanen di akhir abad yang sama di Tepi Kiri Bukit Sainte Geneviève dan pulau Île de la Cité. Kota Galia-Romawi ini aslinya bernama Lutetia, tapi di-Galisiakan menjadi Lutèce. Meluas hebat menjelang abad-abad berikutnya, menjadi kota yang makmur dengan sebuah forum, istana, kolam, kuil, teater dan ampiteater.[15] Kejatuhan kekaisaran Romawi dan serangan Jermanik abad ke-13 membawa kota ini ke dalam era kegelapan. Tahun 400 M Lutèce, yang kemudian ditinggalkan oleh penghuninya, hanya berupa kota garnisun kecil di dalam pulau tengah berbenteng tak beraturan.[14] Kota ini menerima nama "Paris" di akhir pendudukan Romawi.

[sunting] Abad pertengahan

Sekitar tahun 500 M, Paris adalah pusat bagi raja Frank, Clovis I, yang membangun katedral dan biara pertamanya ditujukan pada keturunannya, yang kemudian menjadi santo patron kota, Sainte Geneviève[rujukan?]. Setelah wafatnya Clovis, kerajaan Frank terbelah, dan Paris menjadi ibukota dari negara berdaulat yang lebih kecil[rujukan?]. Pada masa dinasti Carolingian (abad ke-9), Paris lebih kecil dari kabupaten feodal[rujukan?]. Bangsawan Paris mulai membuka diri dan memegang kekuasaan besar daripada Raja Francia occidentalis, Odo, Bangsawan Paris terpilih menjadi raja yang menggantikan Charles si Gemuk, karena keterkenalannya ia berhasil mempertahankan Paris selama pengepungan Viking (Pengepungan Paris (885-886)). Meskipun pulau Cité selamat dari serangan Viking, sebagian kota Tepi Kiri hancur; daripada dibangun kembali di sana, setelah mengeringkan rawa di utara pulau, Paris mulai memperluas diri ke Tepi Kanan[rujukan?]. Tahun 987 M, Hugh Capet, Bangsawan Paris, terpilih menjadi Raja Perancis, mendirikan dinasti Capetia yang mengangkat Paris sebagai ibukota Perancis[rujukan?].

Sejak 1190, Raja Philip Augustus menutup Paris dari kedua tepi dengan dinding yang melibatkan Louvre sebagai benteng barat dan tahun 1200 membuka Universitas Paris yang menarik pelajar dari seluruh Eropa[rujukan?]. Selama periode ini kota membangun aktivitas distribusi luas yang masih terjadi hingga sekarang: pulau tengah memiliki institusi pemerintah dan keagamaan, tepi kiri menjadi pusat pendidikan dengan Universitas dan perguruan tinggi, sementara tepi kanan berkembang sebagai pusat perdagangan di sekitar pasar sentral Les Halles[rujukan?].

Paris kehilangan posisinya seabgai ibukota Perancis ketika diduduki oleh Burgundia sekutu Inggris selama Perang Seratus Tahun, tapi memperoleh gelarnya kembali ketika Charles VII mengklaim kembali kota ini tahun 1437. Meskipun Paris menjadi ibukota lagi, Kerajaan ditempatkan di kastil Lembah Loire[rujukan?]. Selama Perang Agama Perancis, Paris menjadi basis partai Katolik, mengakibatkan Pembantaian Hari St. Bartholomew (1572). Raja Henry IV mendirikan kembali istana kerajaan di Paris tahun 1594 setelah berpindah agama ke Katolik Roma (dengan kalimat terkenalnya: Paris sangat pantas merayakan Misa). Selama Fronde, warga Paris memberontak dan keluarga kerajaan meninggalkan kota (1648). Raja Louis XIV pindah ke istana kerajaan permanen di Versailles tahun 1682. Seabad kemudian, Paris menjadi pusat Revolusi Perancis, dengan Penyerangan Bastille tahun 1789 dan penjatuhan monarki tahun 1792[rujukan?].

[sunting] Abad ke-19

Gare du Nord, simbol dari Revolusi Industri. - Stasiun kereta api sering dijuluki katedral abad ke-19.
Gare du Nord, simbol dari Revolusi Industri. - Stasiun kereta api sering dijuluki katedral abad ke-19.

Revolusi Industri, Kekaisaran Kedua Perancis, dan Belle Époque membawa Paris ke pembangunan terbaiknya sepanjang sejarah. Sejak 1840-an, angkutan rel membolehkan banyak arus migran ke Paris yang tertarik dengan pekerjaan di industri baru di pinggiran kota. Kota ini mengalami renovasi besar-besaran ketika Napoleon III dan préfet-nya Haussmann, yang meratakan seluruh distrik sempit, melebarkan jalan raya untuk membuat jaringan jalan lebar dan façade neo-klasik Paris modern. Program "Haussmannisasi" ini dirancang untuk membuat kota lebih indah dan lebih bersih bagi para penduduknya, meskipun memiliki keuntungan lebih pada pemberontakan atau revolusi yang akan datang, pasukan berkuda dan senapan dapat digunakan untuk meredam pemberontakan setelah taktik pengepungan pemberontak yang sering digunakan selama Revolusi tidak terpakai lagi.[16]

Epidemi cacar tahun 1832 dan 1849 menjangkit penduduk Paris-epidemi 1832 sendiri menewaskan 20.000 orang dari 650.000 penduduk.[17] Paris juga mengalami dampak besar dari pengepungan yang mengakhiri Perang Perancis-Prusia (1870-1871): dalam kekacauan yang diawali kejatuhan pemerintahan Napleon III, Komune Paris (1871) menyebabkan banyak pusat administratif Paris (dan arsip kota) terbakar sementara 20.000 warga Paris tewas setelah pertikaian antara pasukan Komune dan Pemerintah yang kemudian dikenal sebagai semaine sanglante (Minggu Berdarah)[18].

Paris kembali pulih dengan cepat dari peristiwa tersebut untuk menyelenggarakan Pameran Universal di abad ke-19.[19] Menara Eiffel dibangun sebagai peringatan Revolusi Perancis pada Pameran Universal 1889, sebagai tampilan "sementara" keagungan arsitektur tapi menjadi menara tertinggi di dunia hingga 1930, dan marka tanah terkenal kota ini, sementara Pameran Universal 1900 merupakan pembukaan jalur Métro de Paris pertama. Pameran Dunia Paris juga menempatkan posisinya pada industri pariwisata dan sebagai kota yang cocok untuk acara pameran teknologi dan dagang internasional.[19]

[sunting] Abad ke-20

Pencakar langit di distrik bisnis La Défense.
Pencakar langit di distrik bisnis La Défense.

Selama Perang Dunia I, Paris berada di garis depan perang, telah membendung serangan Jerman atas kemenangan Perancis dan Britania pada Pertempuran Pertama Marne tahun 1914. Di tahun 1918-1919, terjadi parade kemenangan Sekutu dan perundingan perdamaian. Pada periode antarperang Paris terkenal karena masyarakat yang berbudaya dan berseni dan kehidupan malamnya. Kota ini menjadi tempat berkumpulnya pelukis dari seluruh dunia, dari komposer terusir Rusia Stravinsky dan pelukis Spanyol Picasso dan Dalí hingga penulis Amerika Hemingway.[20] Bulan Juni 1940, lima minggi setelah awal Pertempuran Perancis, Paris jatuh dalam pendudukan pasukan Jerman yang menetap di sana hingga kota ini dibebaskan bulan Agustus 1944, dua bulan setelah serangan Normandia.[21]

Paris Tengah yang terkena dampak Perang Dunia II tidak mengalami kerusakan, karena tidak ada target strategis bagi pengebom Sekutu (stasiun kereta di pusat Paris adalah stasiun terminal; pabrik besar terletak di pinggiran kota), dan juga karena tampilan budayanya. Jenderal von Choltitz dari Jerman tidak menghancurkan semua monumen Paris sebelum Jerman mundur, seperti yang diperintahkan Adolf Hitler, yang mengunjungi kota tahun 1940.[22]

Setelah perang, Paris mengalami pembangunan terbesarnya sejak akhir Belle Époque tahun 1914. Pinggiran kota mulai meluas, dengan pembangunan estat masyarakat besar yang dikenal sebagai cités dan permulaan distrik bisnis La Défense. Sebuah jaringan kereta bawah tanah ekspres canggih, RER, dibangun untuk melengkapi Métro dan melayani pinggiran kota yang jauh, sementara jaringan freeway dibuat di pinggiran kota, terpusat pada expressway Périphérique yang mengitari kota[rujukan?].

Sejak 1970-an, banyak pinggiran kota dalam Paris (khususnya utara dan timur) telah mengalami deindustrialisasi, dan cités makmur telah menjadi penampungan imigran dan pengangguran[rujukan?]. Di waktu yang sama, kota Paris (dalam lingkaran Périphérique) dan pinggiran barat dan selatan telah berkembang dari ekonomi tradisional ke jasa bernilai tinggi dan produksi peralatan canggih, menghasilkan keuntungan bagi penduduknya yang pendapatan per kapitanya diantara yang tertinggi di Eropa. Perbedaan sosial itu membawa kedua daerah tersebut memberontak sejak pertengahan 1980-an, seperti kerusuhan 2005 yang dipusatkan terutama di pinggiran timurlaut.[23]

[sunting] Abad ke-21

Untuk meredam ketegangan sosial di pinggiran dalam dan memulihkan ekonomi Paris metropolitan, beberapa rencana sedang dijalankan. Kantor Sekretaris Negara untuk Pembangunan Wilayah Ibukota dibangun bulan Maret 2008 dalam pemerintah Perancis. Pemiliknya, Christian Blanc, bertugas memeriksa rencana Presiden Nicolas Sarkozy untuk pembentukan wilayah metropolitan (lihat bagian Administrasi di bawah) Grand Paris ("Paris Raya"), juga perpanjangan jaringan kereta bawah tanah untuk mengimbangi pertumbuhan populasi di Paris dan pinggirannya, dan berbagai proyek pembangunan ekonomi untuk mendorong ekonomi metropolitan seperti pembangunan bangunan teknologi dan sains kelas dunia dan kampus universitas di plateau Saclay di pinggiran selatan.

Sama, Presiden Sarkozy juga meluncurkan sebuah kompetisi urban dan arsitektur internasional tahun 2008 untuk pembangunan masa depan Paris metropolitan. Sepuluh tim yang termasuk arsitek, perencana urban, ahli geografi, arsitek lanskap akan memberikan visi mereka membangun metropolis Paris abad ke-21 setelah era setelah Kyoto dan membuat diagnosis perspektif untuk Paris dan pinggirannya yang akan menjelaskan pembangunan masa depan di Paris Raya untuk 40 tahun berikutnya. Tujuannya tidak hanya membangun sebuah metropolis ramah lingkungan tapi juga mengintegrasikan pinggiran kota dalam dengan pusat Kota Paris melalui operasi perencanaan urban berskala besar dan proyek arsitektur unik.

Sementara itu, dalam usaha mendorong wajah Paris metropolitan pada kompetisi global, beberapa pencakar langit supertinggi (300 m / 1,000 ft dan lebih) telah disetujui sejak 2006 di distrik bisnis La Défense, di barat batas kota, dan dijadwalkan selesai awal 2010-an. Pihak Kota Paris juga mengumumkan mereka merencanakan pembangunan pencakar langit di dalam batas kota dengan memperbarui batas tinggi bangunan untuk pertama kalinya sejak konstruksi Tour Montparnasse pada awal 1970-an.

[sunting] Geografi

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Topografi Paris
Pemandangan Paris dari Menara Eiffel
Pemandangan Paris dari Menara Eiffel
Pemandangan Grand Palais
Pemandangan Grand Palais

Paris terletak di belokan Sungai Seine menuju utara dan terdiri dari dua pulau, Île Saint-Louis dan Île de la Cité, yang membentuk bagian tertua kota. Keseluruhan, kota ini datar, dan titik terendahnya 35 meter (114 kaki) di atas permukaan laut. Paris memiliki beberapa bukit, yang tertingi adalah Montmartre pada 130 m (426 kaki).[rujukan?]

Paris, tak termasuk taman luar Bois de Boulogne dan Bois de Vincennes, mencakup wilayah berbentuk oval seluas 86,928 kilometer persegi (33,56 mil persegi).[rujukan?] Aneksasi besar kota terhadap teritori luar tahun 1860 tidak hanya memberikan bentuk modern-nya, tapi membentuk dua belas arondisemen searah jarum jam (borough kotamadya). Dari wilayah 1860 seluas 78 km² (30.1 sq mi), batas kota meluas menjadi 86.9 km² (34 sq mi) tahun 1920-an. Tahun 1929 taman hutan Bois de Boulogne dan Bois de Vincennes secara resmi dimasukkan dalam kota, memperluas wilayahnya menjadi 105.397 km² (40.69 sq mi).[rujukan?]

Ukuran demografi asli Paris, atau unité urbaine, meluas ke luar batas kota, membentuk oval dengan pertumbuhan urban di sepanjang sungai Seine dan Marne dari tenggara dan timur kota, dan sepanjang sungai Seine dan Oise ke baratlaut dan utara kota.[rujukan?] Di luar pinggiran utama, kepadatan penduduk menurun tajam; campuran hutan dan pertanian bergabung dengan jaringan éparpillement atau kota sekitar, garis komuter couronne périurbaine ini, bila digabung dengan aglomerasi Paris, melengkapi aire urbaine Paris (atau wilayah urban Paris, sejenis wilayah metropolitan) yang menduduki oval seluas 14,518 km² (5,605.5 sq mi), atau sekitar 138 kali luas Paris itu sendiri.[rujukan?]

[sunting] Iklim

Paris memiliki iklim laut dan dipengaruhi Arus Atlantik Utara, sehingga kota ini memiliki iklim menengah yang jarang mengalami temperatur tinggi atau rendah. Temperatur tinggi tahunan rata-rata sekitar 15 °C (59 °F), dan temperatur rendah tahunan sekitar 7 °C (45 °F). Temperatur tertinggi, tercatat pada 28 Juli 1948, 40.4 °C (104.7 °F), dan terendah adalah -23.9 °C (-11.0 °F) pada 10 Desember 1879.[24] Wilayah Paris telah mengalami temperatur yang mencapai kedua angka itu, dengan gelombang panas 2003 dan gelombang dingin 2006.

Hujan dapat terjadi kapanpun sepanjang tahun, dan Paris dikenal untuk hujan mendadaknya. Kota ini mengalami hujan tahunan rata-rata 641.6 mm (25.2 inci).[24] Salju sangat jarang, terkadang muncul pada bulan terdingin Januari atau Februari (selambat-lambatnya April), dan hampir tidak pernah cukup untuk membuat lapisan yang bertahan lebih dari sehari.[rujukan?]


Cuaca untuk Paris
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Year
Rata-rata tinggi °C (°F) 6.9 (44) 8.2 (47) 11.8 (53) 14.7 (58) 19.0 (66) 21.8 (71) 24.4 (76) 24.6 (76) 20.8 (69) 15.8 (60) 10.4 (51) 7.8 (46) 15,5 (60)
Rata-rata rendah °C (°F) 2.5 (37) 2.8 (37) 5.1 (41) 6.8 (44) 10.5 (51) 13.3 (56) 15.5 (60) 15.4 (60) 12.5 (55) 9.2 (49) 5.3 (42) 3.6 (38) 8,5 (47)
Kelembaban mm (inches) 53.7 (2.1) 43.7 (1.7) 48.5 (1.9) 53.0 (2.1) 65.0 (2.6) 54.6 (2.1) 63.1 (2.5) 43.0 (1.7) 54.7 (2.2) 59.7 (2.4) 51.9 (2) 58.7 (2.3) 649,6 (25,6)
Sumber: Pusat Informasi Cuaca Dunia [25] 2008-04-14

[sunting] Lanskap kota

Pemandangan menghadap Paris, pada sore hari, dari atas Tour Montparnasse.
Pemandangan menghadap Paris, pada sore hari, dari atas Tour Montparnasse.

[sunting] Arsitektur

Paris "Modern" adalah hasil dari perancangan ulang urban pertengahan abad ke-19[rujukan?]. Berabad-abad kota ini telah menjadi labirin bagi jalan sempit dan rumah setengah-kayu, tapi berawal tahun 1852, urbanisasi luas Baron Haussmann meratakan seluruh distrik untuk membuat jalan lebar yang dilengkapi denan bangunan batu neo-klasik bourgeoise; kebanyakan Paris 'baru' ini adalah Paris yang kita lihat hari ini. Rencana Kekaisaran Kedua masih terjadi sekarang, sementara kota Paris masih memberlakukan hukum "pelurusan" yang telah diubah (facade bangunan diganti menurut lebar jalan) pada beberapa pembangunan baru. Tinggi bangunan juga ditetapkan menurut lebar jalan yang dilalui, dan kode bangunan Paris telah mengalami berbagai perubahan sejak pertengahan abad ke-19 untuk konstruksi tinggi. Ini menjadi alasan bahwa Paris adalah kota yang "datar"[rujukan?].

Perbatasan Paris yang tak berubah, kode bangunan yang dibatasi dan jarangnya tanah kosong telah membantu membuat fenomena yang disebut muséification (atau "museumifikasi"), pada waktu yang sama mereka melestarikan masa lalu bersejarah Paris, hukum yang telah ditetapkan menjadikannya sulit membangun di dalam batas kota bangunan tinggi dan kebutuhan yang dibutuhkan untuk penduduk yang terus meningkat[rujukan?]. Banyak institusi dan infrastruktur ekonomi Paris telah dipindahkan, atau direncanakan pindah ke, pinggiran kota[rujukan?]. Distrik bisnis keuangan (La Défense), pasar makanan utama (Rungis), sekolah terkenal (École Polytechnique, HEC, ESSEC, INSEAD, dll.), laboratorium penelitian terkenal di dunia (di Saclay atau Évry), stadion olahraga terbesar (Stade de France), dan beberapa kementerian (Kementerian Transportasi) terletak di luat kota Paris. Arsip Nasional Perancis akan dipindahkan ke pinggiran utara sebelum 2010[rujukan?]. Kebutuhan untuk Paris yang lebih besar ditanggapi oleh pemerintah Perancis. Pada November 2007, diskusi untuk Paris besar telah dimulai, pinggiran kota mana yang akan dimasukkan dalam Paris besar belum diputuskan. Dalam beberapa hal, seperti perluasan tidak akan terjadi sebelum pemilihan balai kota Perancis, dijadwalkan pada musim semi 2008.

[sunting] Distrik dan pusat bersejarah

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Distrik di Paris
Paris Bourse di distrik finansial
Paris Bourse di distrik finansial

[sunting] Kota Paris

  • Place de la Bastille (arondisemen 4, 11 dan 12, tepi kanan) adalah distrik bersejarah, tidak hanya untuk Paris, tapi untuk seluruh Perancis. Karena nilai sejarahnya distrik ini sering digunakan untuk demonstrasi politik, termasuk demonstrasi anti-CPE Maret 2006.
  • Champs-Élysées (arondisemen 8, tepi kanan) adalah taman abad ke-17 yang diubah menjadi jalan yang menghubungkan Concorde dan Arc de Triomphe. Salah satu atraksi turis dan jalan perbelanjaan besar di Paris. Jalan ini telah dijuluki la plus belle avenue du monde ("jalan terindah di dunia").
Churchill dan Le Petit Palais dekat Les Champs-Élysées
Churchill dan Le Petit Palais dekat Les Champs-Élysées

[sunting] Di wilayah Paris

dan komune Issy-les-Moulineaux dan Boulogne-Billancourt hingga baratdaya pusat Paris) merupakan hub media baru Paris dan Perancis, memiliki kantor pusat sebagian jaringan TV Perancis (TF1 di Boulogne-Billancourt, France 2 di arondisemen ke-15, Canal+ dan saluran internasional France 24 dan Eurosport di Issy-les-Moulineaux), juga beberapa perusahaan telekomunikasi dan TI seperti Neuf Cegetel di Boulogne-Billancourt atau kantor regional Microsoft untuk Eropa, Afrika & Timur Tengah di Issy-les-Moulineaux.

[sunting] Monumen dan marka tanah

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar atraksi pengunjung di Paris

Tiga dari banyak marka tanah Paris yang terkenal adalah katedral abad ke-20 Notre Dame de Paris di Île de la Cité, Menara Eiffel abad ke-19, dan Arc de Triomphe era Napoleon. Menara Eiffel adalah bangunan "sementara" rancangan Gustave Eiffel untuk Pameran Universal 1889 tapi menara ini tidak pernah dibongkar dan sekarang menjadi simbol keindahan Paris[26]. Terlihat dari berbagai sudut kota juga pencakar langit Tour Montparnasse dan Basilique du Sacré-Cœur di bukit Montmartre[rujukan?].

Garis bersejarah adalah jalur monumen, bangunan dan jalan yang membentang dalam garis lurus dari pusat kota ke barat: jalur monumen ini dimulai dengan Louvre dan berlanjut melalui Kebun Tuileries, Champs-Élysées dan Arc de Triomphe terletak di lingkaran Place de l'Étoile. Sejak 1960-an jalur ini diperpanjang jauh ke barat hingga mencapai distrik bisnis La Défense yang didominasi Grande Arche berbentuk persegi miliknya; distrik ini memiliki banyak pencakar langit tertinggi di wilayah urban Paris. Museum Invalides adalah pemakaman bagi banyak prajurit Perancis, termasuk Napoleon, dan gereja Panthéon adalah tempat dimana banyak pelukis pria dan wanita Perancis dimakamkan. Bekas penjara Conciergerie menahan sejumlah anggota Ancien Régime sebelum kematian mereka selama Revolusi Perancis. Simbol lain Revolusi adalah dua Patung Liberty yang terletak di Île des Cygnes di Seine dan di Kebun Luksemburg. Versi besar patung dikirim sebagai hadiah dari Perancis kepada Amerika tahun 1886 dan sekarang berdiri di pelabuhan New York City.

Palais Garnier dibangun pada masa Kekaisaran Kedua, sementara bekas istana Louvre sekarang menjadi salah satu museum terkenal di dunia. Sorbonne adalah bagian terkenal dari Universitas Paris dan didasarkan di tengah Latin Quarter. Jauh dari Notre Dame de Paris, terdapat beberapa bangunan terkenal alinnya termasuk kapel istana Sainte-Chapelle abad ke-13 dan Église de la Madeleine.

[sunting] Taman dan kebun

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar taman dan kebun di Paris

Dua dari kebun tertua dan terkenal di Paris adalah Kebun Tuileries, dibuat sejak abad ke-16 untuk istana di tepi Seine dekat Louvre, dan Tepi Kiri Kebun Luksemburg, kebun pribadi lainnya yang dimiliki oleh sebuah château yang dibangun oleh Marie de' Medici tahun 1612. Jardin des Plantes, dibuat oleh dokter Louis XIII Guy de La Brosse] untuk tanaman kesehatan, adalah kebun umum pertama Paris.

Beberapa kebun besar Paris lainnya adalah bentukan Kekaisaran Kedua: bekas taman pinggiran Monsouris, Parc des Buttes Chaumont dan Parc Monceau (sebelumnya dikenal sebagai "folie de Chartres"), adalah buatan insinyur Napoleon III Jean-Charles Alphand dan lanskap dan dinikmati oleh semua usia. Proyek lain yang ditetapkan dibawah perintah Baron Haussmann adalah pembangunan kembali taman hutan Bois de Boulogne di barat Paris; Bois de Vincennes, di ujung timur seberang kota, menerima perlakuan yang sama di tahun-tahun berikutnya.

Tambahan baru terhadap lanskap taman Paris adalah Parc de la Villette, dibangun oleh arsitek Bernard Tschumi di tanah bekas rumah jagal Paris, Parc André Citroën dan kebunnya dibuat di lingkaran sepanjang bekas jalur rel sirkuler "Petite Ceinture": Promenade Plantée.

[sunting] Pemakaman

Pemakaman Paris terletak di luar kota pada masa Romawi, tapi berubah dengan berkembangnya Katolik dan pembangunan gereja dan tanah pemakaman sekitarnya di pusat kota. Pertumbuhan kota langsung memenuhi pemakaman hingga terlalu penuh, membuat kondisi yang terkadang tak bersih; dijelaskan sejak 1786, isi semua pemakaman paroki Paris dipindahkan ke sebuah bagian yang diperbarui di bekas tambang batu di pinggiran Paris di luar gerbang kota "Porte d'Enfer" (hari ini Denfert-Rochereau di arondisemen 14e). Sebagai solusi yang lebih jelas daripada pembentukan beberapa pemakaman pinggiran kecil, Napoleon Bonaparte menyetujui pembuatan tiga pemakaman Paris besar di luar batas kota; dibuka sejak 1804, merupakan pemakaman Père Lachaise, Montmartre, Montparnasse, dan kemudian Passy.

Ketika Paris menganeksasi bekas komune pinggirannya tahun 1860, kali ini termasuk pemakaman di batas kotanya. Pemakaman pinggiran baru dibuat di awal abad ke-20: yang terbesar adalah Cimetière Parisien de Saint-Ouen, Cimetière Parisien de Bobigny-Pantin, Cimetière Parisien d'Ivry dan Cimetière Parisien de Bagneux.

[sunting] Budaya

[sunting] Hiburan

Opera

Gedung opera terbesar di Paris adalah Opéra Garnier abad ke-19 (bekas Paris Opéra) dan Opéra Bastille modern; yang lama mengadakan pertunjukan balet dan opera klasik, dan yang baru menyediakan repertoire campuran klasik dan modern.

Di pertengahan abad ke-19 terdapat dua gedung opera yang masih aktif: Opéra-Comique (yang masih berdiri hingga sekarang) dan Thatre Lyrique (di era modern mengubah profil dan namanya menjadi Théâtre de la Ville).

Teater/Aula konser
Teater umumnya memiliki sebuah ruangan besar dalam budaya Paris. Masih ada hingga hari ini, meskipun, mungkin aneh, banyak aktor populernya sekarang juga menjadi bintang televisi perancis. Beberapa teater besar Paris adalah Bobino, Théâtre Mogador dan Théâtre de la Gaîté-Montparnasse. Sejumlah teater Paris juga telah berubah menjadi aula konser.

Banyak legenda musik terbaik Perancis, seperti Édith Piaf, Maurice Chevalier, Georges Brassens dan Charles Aznavour, mulai dikenal luas di aula konser Paris: teater yang masih mengadakan konser seperti itu adalah Le Lido, Bobino, l'Olympia, la Cigale dan le Splendid.

Élysées-Montmartre, berkurang dari ukuran aslinya, adalah aula konser hari ini. New Morning adalah salah satu klub di Paris yang masih mengadakan konser jazz, tapi juga berpengalaman dalam musik 'indie'. Belakangan ini, aula Le Zénith di distrik La Villette Paris dan stadion "parc-omnisports" di Bercy digunakan sebagai aula konser rock berskala besar.

Ruang dansa/Diskotik
Guinguettes dan Bals-concerts adalah tulang punggung hiburan Paris sebelum pertengahan abad ke-20. Contoh awal hingga pertengahan abad ke-19 adalah guinguette Moulin de la Galette dan ruang dansa-kebun Élysées-Montmartre dan Chateau-Rouge. Orkestra populer memberikan jalan bagi pemain akordion Paris yang musiknya menarik penonton faubourg du Temple Apollo dan le Java dan ruang dansa Belleville. Dari klub yang tersisa di era itu tumbuhlah discothèque modern: Le Palace, meskipun ditutup sekarang, adalah contoh paling legendaris Paris. Hari ini, banyak perkumpulan di Paris dilakukan di klub seperti Le Queen, L'Etoile, Le Cab yang banyak dipilih. Klub bermusik elektronik seperti Le Rex, Le Batofar (sebuah perahu yang diubah menjadi klub) atau The Pulp cukup populer dan sejumlah DJ terbaik dunia bermain di sana. Juga, DJ dari Paris, seperti Daft Punk, Justice, Uffie, dll.

Café, restoran dan hotel

Café dengancepat menjadi bagian integral dari budaya Perancis dari pemunculan pertamanya, berawal dari pembukaan Café Procope di tepi kiri tahun 1689 dan café Régence di Palais Royal setahun kemudian. Café di kebun beberapa distrik menjadi populer pada abad ke-18, dan dapat dianggap sebagai "café teras" pertama di Paris; ini tidak akan terkenal hingga trotoar dan jalan bulevar mulai muncul pada pertengahan abad ke-19. Café adalah perhentian penting dalam perjalanan menuju atau dari kantor bagi banyak warga Paris, dan khususnya saat makan siang.

Reputasi kuliner Paris memiliki asal usul dari tempat lahir penduduknya. Dengan awal jalur rel abad ke-19 dan revolusi industri menghasilkan banjir migrasi yang membawanya dengan perbedaan gastronomi berbagai region Perancis, dan dipertahankan melalui restoran 'makanan lokal' yang ditujukan pada orang-orang dari semua tempat. "Chez Jenny" merupakan contoh restoran yang berpengalaman dalam masakan region